Dialoq Sayidah Aminah dengan Para Nabi saat Mengandung Rasulullah hingga Perintah Allah ke Jibril

  • Bagikan
Foto: Ilustrasi Nabi Muhammad Saw/Pixabay

PORTAL SATRIA – Sayidah Aminah berkata, “Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, di awal masa kehamilanku, yaitu bulan Rajab.

Suatu malam, ketika aku masih dalam kenikmatan tidur, tiba – tiba masuk seorang laki – laki yang sangat elok parasnya, wangi aromanya, dan tampak sekali pancaran cahayanya.

Dia berkata, “Marhaban bika Ya Muhammad (Selamat datang untukmu Wahai Muhammad)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab “Aku Adam, ayah sekalian manusia”
“Apa yang engkau inginkan?”
“Aku ingin membawa kabar gembira. Bahagialah engkau wahai Aminah, engkau sedang mengandung ‘Sayyidil Basyar’ (Pemimpin Manusia)”

Pada bulan kedua datang seorang laki – laki, seraya berkata, “Assalamu’alaika Ya Rasulalloh (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.

Baca Juga: Raja Salman dan Putra Mahkota Sampaikan Belasungkawa ke Korban Tragedi Kanjuruhan

Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Tsits”
“Apa yang engkau inginkan”
“Aku ingin menggembirakanmu, bergembiralah wahai Aminah, engkau sedang mengandung ‘Shohibut Ta’wil wal Hadits’ (Pemilik Ta’wil dan Hadits)”

Pada bulan ketiga datang seorang laki – laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Nabiyallah (Salam untukmu wahai Nabi Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Idris”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung ‘Nabiyir Ro-iis’ (Nabi Pemimpin)”.

Pada bulan keempat datang seorang laki – laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Habiballah (Salam untukmu wahai Kekasih Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Nuh”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah wahai Aminah, engkau sedang mengandung ‘Shohibun Nashri wal Futuh’ (Pemilik Pertolongan dan Kemenangan)”.

Pada bulan kelima datang seorang laki – laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Shafwatallah (Salam untukmu wahai Sahabat Karib Allah)”.

Baca Juga: Cerita Imam Ahmad bin Hanbal yang Pernah Hadapi Godaan Setan saat Sakaratul Maut

Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Hud”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bergembiralah wahai ibu Aminah, engkau sedang mengandung ‘Shohibusy Syafa’ah fil yawmil Masyhud’ (Pemilik Syafaat di Hari persaksian / Hari kiamat)”.

Pada bulan keenam datang seorang laki – laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rohmatallah (Salam untukmu wahai kasih sayang Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Ibrohim Al-Kholil”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung ‘Nabiyil Jalil’ (Nabi yang Agung)”.

Pada bulan ketujuh datang seorang laki – laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Manikhtaarohullah” (Salam untukmu wahai orang yang telah dipilih Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isma’il Adz-Dzabih (Yang disembelih)”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah Ya Aminah, engkau sedang mengandung ‘Nabiyil Malih’ (Nabi yang Elok)”.

Pada bulan kedelapan datang seorang laki – laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Khirotallah” (Salam untukmu wahai pilihan Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Musa putra Imran”
“Apa yang engkau inginkan”
“Kabar gembira Ya Aminah, engkau sedang mengandung ‘Man Yunzalu ‘alaihil Qur’an’ (Orang yang akan diturunkan padanya Al-Qur’an)”.

Pada bulan kesembilan, yakni bulan Robi’ul Awwal, datang seorang laki – laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rosulalloh” (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.

Baca Juga: Berikut 4 Imam dalam Mahzab Fiqih yang Ada Dalam Islam, Siapa Saja Mereka?

Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isa putra Maryam”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung ‘Nabiyil Mukarrom wa rosulil mu’adhom’ (Nabi yang dimuliakan dan Rasul yang diagungkan)”.

Dari Syaikh Nawawi Banten, Kitab Maulid Ibriz, hlm 17-19.

Detik – detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi’ul-Awwal) saat hari – hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sudah semakin dekat, Alloh SWT semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah, mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad SAW.

Pada Malam Pertama (ke 1) :

Alloh melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam ke 2 :

Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Alloh SWT.

Pada malam ke 3 :

Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah … sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rosululloh SAW yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh SWT”

Pada malam ke 4 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.

Pada malam ke 5 :

Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Alloh Ibrohim AS.

Pada malam ke 6 :

Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad SAW memenuhi alam semesta.

Pada malam ke 7 :

Baca Juga: Berikut Keutamaan Salat Subuh Berjamaah, Muslim Wajib Tahu

  • Bagikan